Hanif Dan Celoteh Ajaibnya

Usianya sudah 29 bulan. Bicaranya sudah lancar dan lebih gampang dimengerti. Bagi sebagian besar orang mungkin memiliki anak yang bisa berbicara dengan lancar diusia 2 tahun adalah sesuatu yang biasa saja. Tapi bagi saya, perkembangan verbal Hanif adalah sebuah kemewahan tersendiri. Karena si Kakak dulu baru bisa bicara dengan baik dan bisa dimengerti saat memasuki umur 3 tahun.

Tiada hari tanpa menemukan hal baru dan pengalaman yang mengesankan dari celoteh Hanif. Setiap hari ada saja celotehnya yang membuat kami tersenyum atau terheran-heran (heran karena takjub, nemu kosakata dimana si Hanif ini). Ini beberapa contohnya.

  1. Adegan bangun tidur :

Hanif : mau mandi…(nada merajuk krn masih baru bangun)

Ibu    : nanti aja, habis nganterin ibu baru mandi (biasanya tiap pagi Hanif ikut ojek langganan mengantar saya sampai tol jatibening)

Hanif : nie..ibu cium ketek hanip(sambil menyodorkan keteknya ke muka ibu)….tuuuhh bau kaaannnn, makanya hanip mau mandi

Ibu    : #nyengir doank

2. Minta nenen :

Ibu   : Nif, udah ya nen-nya

Hanif : belum…

Ibu : udahan ya,, kan udah lama…

Hanif : pe(r)ut Hanip belum kenyang, nanti tidak bisa tinggi, tidak bisa ambil mangga (nggak nyambung siyy…)

3. Minta gendong

Lagi enak-enakan duduk tiba-tiba ada yang nyamperin

Hanif : ibu, ini (sambil elus-elus tangan ibu) sakit tidak

Ibu : nggak, nggak sakit kok

Hanif : Anip gendong yaaaa……..(#dubrag :D)

Kalo saat itu kita jawab “hanif kan sudah besar, bisa jalan sendiri” pasti dia akan menjawab “kaki Anip sakit”(sambil megang-megang kakinya)

4. Baca buku

Ceritanya lagi baca buku menjelang tidur, yang dibaca buku Halo Balita

Hanif : Anip aja yang baca

Ayah : ayoo..hanif yang baca

Hanif : (dengan suara kenceng) Bismiyyahi(r)ohmani(r)ohiim…..udah

All : #dubrag

lagi nongkrong di taman burung TMII

lagi nongkrong di taman burung TMII

Sebenarnya masih buaaanyyaakk celoteh aneh bin ajaib dari Hanif, tapi kadang ga begitu ngeh, jadi gampang lupa.

Next time dibikin cerita lagi kalau sudah nemu yang aneh-aneh lagi dari Hanif.

Blogku Sayang, Blogku Malang

Assalamua’alaikum…jumpa lagi😀

Ibarat rumah, blog ini adalah rumah yang sudah lama ditinggal penghuninya. Catnya sudah mulai mengelupas, warnanya pun kusam. Perabotnya juga sudah mulai berdebu. Sudah hampir 3 tahun sejak terakhir nulis disini.

Padahal, dalam kurun waktu tiga tahun itu, banyak peristiwa besar yang terjadi dalam keluarga kami. Dari mulai pindah rumah, dari rumah kami ke kontrakan, menjalani masa LDR dengan ayah, memulai kehidupan baru di kota baru dengan segala penyesuaiannya sampai kelahiran anggota keluarga baru. Dan insyaallah, jika ada waktu dan kesempatan akan saya tuliskan semua dalam blog.

Dan sebagai penutup, perkenalkan anggota baru keluarga kami.

hello world, meets baby hafidz

hello world, meets baby hafidz

Cerita tentang kelahiran Hafidz, akan saya buat dalam postingan tersendiri. Insyaallah.

 

Puding Ombre Ubi Ungu

Image

Sebenarnya sudah lama saya jatuh cinta sama bahan makanan ini. Selain warnanya yang cantik, rasanya pun juga enak. Dan puding ini juga bukan kudapan pertama yang menggunakan ubi ungu. Pernah beberapa kali saya bikin cake pake ubi ungu, tapi tampilan dan rasanya kurang cucok klo dipajang di blog😀.

Akhirnya setelah googling resep puding ubi ungu, trus nyari resepnya di grup HHBF dengan sedikit improvisasi dan banyak keberuntungan, jadi juga puding cantik ini.

Saya ga punya timbangan dan sendok takar, jadi dalam membuat cemilan, kue atau kudapan seringnya saya pake “timbangan KIRA-KIRA” (hehehe…pantesan ga pernah jadi kue yang enak ya..)

Bahan :

* ubi ungu, dikukus, haluskan, saring agar bersih dari serat-serat

* bubuk agar-agar warna putih 2 bungkus

* susu UHT putih

* gula

* air

Cara Membuat :

1. Campur bubuk agar-agar, susu UHT, gula, air

2. Bagi larutan dalam 3 bagian yang sama

3. Dalam larutan yang pertama tambah 6 sdm bubur ubi, masak diatas api (seperti bikin agar2 pada umumnya). Setelah hilang uapnya masukkan dalam cetakan.

4. Setelah bagian atasnya agak mengeras baru masak adonan kedua. Pada larutan kedua, tambahkan 3 sdm bubur ubi.

5. Ulangi untuk lapisan ketiga dengan menambahkan 1 sdm bubur ubi

6. Setelah dingin simpang di kulkas sampai saat akan dihidangkan.

Selamat mencoba ^_^

Cerita Hanif

Setiap pagi, sebelum berangkat kantor ada ritual antara Hanif dan aku, juga ayahnya. Setelah sayim (salim), cium pipi kanan kiri, cium bibir (iihh….masih ada aroma acem), tutup heyem (helm) baru dadah-dadah. Kalo terlewat salah satu maka “aib”nya akan diketahui  tetangga sebelah. Seperti kemarin, pada waktu akan berangkat, ayah udah nyengklak duluan di motor, jadi ga sempat cipika-cipiki sama hanif. Eh, sorenya pas ayah main ke tetangga sebelah dicetiani , katanya tadi hanif cerita ” tadi, brangkat kantor ayah ga cium aku”, hehehe. Begitu juga sama si mbak, tadi kata Hanif  ” kok yg cium aku ibu aja mbak, kok ayah ga cium” . Ada-ada saja celoteh Hanif.

Saat pulang juga selalu disuguhii atraksi jalan melompat ala Hanif. Pun ketika kita mengucap salam pasti disahuti dengan salam sambil teriak “kum alam”.

Pokoknya sekarang Hanif lagi lucu-lucunya. Udah makin ngegemesin tapi kadang udah bisa bikin jengkel. Yang penting kami semua sayang sama kamu ya Nif…jadi anak sholeh kebanggaan keluarga ya

Hanif ganteng

Hanif ganteng

 

Menunggu (bukan puisi)

Menunggu, menjadi bagian keseharianku

menemaniku melalui senja, manyambut petang

ditemani mejulangnya tiang bendera dan kokohnya baliho instansi tercinta kita

tak peduli pegal di punggung yang mendera

Menunggu

Dirimu datang membawaku pulang

menuju rumah cinta kita

menghampiri malaikat-malaikat kecil kita

Menunggu seringkali membuatku bosan, lelah dan kesal

tapi, menunggu tak lagi menyebalkan kala ku sadar

kaulah alasanku duduk di sini

Menunggumu….

dan akhirnya, penantianku pun terbayarkan

melihatmu datang dengan senyum jelekmu, sekalipun ku sambut dengan cemberutku

 

PS : Lain kali, kabari aku kalau kau datang terlambat, biar tak terlalu lama aku menunggu dalam sepi

Image

ds 189a 17.41

Merencanakan Liburan Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun banyak rencana-rencana yang telah kami susun. Salah satunya adalah pulkam. Karena lebaran kemarin kami tidak pulkam, jadinya liburan akhir tahun kali ini benar-benar kami nantikan (eh, ayah sama ibu aja dinks, anak-anak belum gitu ngerti makna pulkam).

Rencananya kami mengambil cuti tahunan 3 hari, tanggal 26,27 dan 28. Cukup mengambil cuti tiga hari kami bisa berlama-lama di kampung halaman karena banyak tanggal merah dan cuti bersama di akhir tahun.

Agenda kami selama mudik antara lain:

  • Mampir di Ponorogo nengok kakak sepupu anak-anak yang baru lahir
  • Main ke Pacitan (ayah kepingin banget memamerkan keindahan pantai-pantai di Pacitan)
  • Main ke Pantai Bale Kambang
  • Leyeh-leyeh di rumah mbah kung Mojokerto dan mbah kung Malang

Sebenarnya banyak agenda yang lain cuma tergantung situasi saja. Pasti di tengah-tengah jalan ada agenda dadakan, kadang juga acara yang sudah disusun dan direncanakan batal terlaksana karena kalau sudah di rumah malas jalan-jalan keluar.

Pokoknya, sudah tak sabar menunggu libur akhir tahun ini.

PS : Pengen juga mengunjungi sentra batik di Jl. Surodinawan Mojokerto dan Pusat kerajinan Glass Bead di Jombang.

Liburan Murah Meriah Gembira (Part 2) : Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (06/10)

Salah satu tujuan wisata andalan keluarga kami adalah Taman Mini Indonesia Indah. Walaupun seringnya hanya menyambangi pasar kaget yang ada tiap hari minggu pagi. Tapi terkadang memang kami niatkan dari awal untuk mengunjungi salah satu wahana/ anjungan yang ada di sana. Tempat paling sering kami datangi adalah Taman Burung, Akuarium Air Tawar dan Museum Serangga.

Kali ini kami berkunjung ke Taman Burung. Harga tiket masuknya lumayan murah, Rp. 15.000,00 perorang. Di sini terdapat beragam koleksi spesies burung yang ada di Indonesia. Penataan dibagi dalam dua bagian, yaitu Fauna Bagian Barat dan Bagian Timur. Yang menunjukkan daerah asal burung-burung tersebut. Bagian tengah dipisahkan oleh danau yang di dalamnya terdapat angsa dan ikan mas.

Burung-burung di sini dipelihara dalam sangkar yang cukup besar. Ada beberapa yang dibiarkan bebas, tentu saja masih dalam area kubah raksasa. Menyenangkan berjalan-jalan di kubah, karena banyak tanaman yang rindang dan jalan setapak yang rapi. Apalagi ditemani suara kicauan burung yang ramai.

Jika lelah kita bisa beristirahat di pinggir danau. Anak-anak bisa memberi pakan ikan yang ada di danau. Pakan ikan dijual Rp.2.000,00 tiap bungkusnya.

Oiya..ada yang baru, tepat di depan pintu masuk kubah, ada beberapa ekor burung (wah…apa ya namanya) yang menyambut kita. Di depannya disediakan pakan berupa ikan lele yg masih kecil-kecil ( ikan lelenya bayar juga ya..memang tidak ada yang menjaga, tapi di depannya ada kotak tempat kita memasukkan uangnya). Jadi kalau kita lempar makanan, si burung ini akan mendekat.

ada yang tahu…burung ini apa namanya???

Pokoknya taman burung ini rekomended jadi tujuan wisata keluarga. Apalagi bagi yang sudah bosan dengan acara week end yang hanya dari mall satu ke mall yang lain. Selain harga tiket masuknya yang terjangkau, kita juga bisa mengenalkan anak-anak pada alam dan bisa jadi wisata pendidikan yang nyaman dan murah meriah.

Misi..misi…turis ganteng mau lewat neh…

Kakak dan adik mejeng dulu yaaa…

Oiii..turis cantik juga mau lewat doonnkk

Ini beberapa burung yang bisa diambil gambarnya. (sayang sekali, kita kesana tidak bawa kamera yang memadai, jadi ga banyak foto burung-burung cantik yang bisa diambil)