Mencukur Bebi Hanif

Akhirnya kesampaian juga mencukur bebi Hanif. Setelah ditunda-tunda beberapa hari pas umurnya 1,5 bulan baru terlaksana. Sebenarnya keluarga kami tidak berpatokan harus dicukur hari keberapa. Hanya saja kami masih takut-takut nyukur kalau masih bayi banget.

Beda dengan Kak Kamila yang semua prosesnya diserahkan ke ahlinya…kali ini kami(dalam hal ini “ibu”) pengen mencoba sendiri. Biar ada kenangannya, biar punya “rasa” lebih. Sebelum mulai aku nanya2 pak google, nyari-nyari panduan buat mencukur bayi.

Ini dia step-stepnya

Ini foto hanif sebelum rambutnya dicukur. Sebenarnya dari lahirpun rambutnya dah botak(terutama bagian depan). Selain itu juga tipis dan sedikit (kurang sari kacang hijau kali ya…^_^)

Ini alat-alat yang dipakai. Yang terdiri dari :

1. Pisau cukur

2. Gunting rambut (sejak punya hobi baru yaitu menggunting rambut Kakak, ibu jadi punya koleksi gunting khusus buat rambut. Waktu itu belinya di G***t, harganya 30ribuan)

3. Lap/handuk kecil. Gunanya buat ngelap rambut2 hasil cukuran yang nempel di badan dan kepala. Juga buat membersihkan sisa2 rambut yang nempel di pisau cukur

4. Air hangat. Buat ngelap juga.

Pastikan semua alatnya bersih dan masih baru. Untuk pisau cukurnya harus yang masih baru, untuk menghindari infeksi kalau (kalau!! tapi usahakan tidak melukai ya…)

Prosesnya sendiri memakan waktu 2 hari(bukan full 2 hari ya).  Pencukurannya ku lakukan saat Hanif sedang nyenyak-nyenyaknya tidur( saat itu biasanya Hanif tidur nyenyak antara jam 1 sampai jam 3,menjelang mandi sore. Jadi sekalian habis dicukur langsung dimandiin biar bayi tidak merasa gatal). Selain Hanif yang sedang tidur nyenyak, harus dipastikan Kakak juga sedang tidur nyenyak. Selain agar tidak mengganggu proses dan takut ikut2an, juga ditakutkan kalau suatu saat isengnya datang, dia bakal nyoba sendiri nyukur adiknya atau rambutnya sendiri.

Hari pertama yang kulakukan cuma menggunting rambut2 yang sudah agak panjang. Ini penampakan hari pertama.

Pas ibu kirim fotonya lewat mms ke ponsel ayah komentarnya “ahmad dani kalah keren neh” ^_^

Hari kedua adalah “hari pencukuran” yang sebenarnya. Sebenarnya agak2 nervous dan takut juga. Dimulai dari kepala bagian atas dan samping yang paling mudah dijangkau. Ibu yang menjalankan pisau cukur, mbak pipin yang menggendong Hanif. Sambil tangan kanan memegang pisau cukur, tangan kiri memegang kain lap.

Arah mencukurnya searah dengan penampang pisau, jangan ke kanan-kiri atau mundur. Semua memakan waktu hampir 1,5 jam, tentu saja banyak jeda karena saat itu cuaca panas banget, jadi Hanif beberapa kali bangun.

Jam 3 lewat baru selesai ini dia hasilnya:

Ga kinclong banget siy, tapi alhamdulillah cukup rapi dan tidak ada insiden yang melukai Hanif(kecuali tangan ibu yg bocel2 kena pisau cukur )

Kalau ini rambut hasil cukuran yg berhasil dikumpulkan(sebagian terbang tertiup angin). Sedikit banget kan rambut Hanif.

Setelah selesai, segera bereskan peralatan. Simpan ditempat aman dan jauhkan dari jangkauan Kakak Kamil. Segera sms ayah “proses berhasil”.

Saat bangun dan mendapati kepala adiknya sudah botak komen si Kakak ” rambut adek ilang…”

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Mencukur Bebi Hanif

  1. woaaaah.Selamat ya, Bu. Daku mengikuti jejakmu. Awalnya sih Bapaknya yang nyukur, tapi kepotong waktu jemput Fe, akhirnya Emaknya juga yang nyelesein ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s