(KE)HUJAN(AN) PERTAMA

Alhamdulillah, akhirnya hujan juga. Ah, bukan. Ini bukan hujan yang pertama musim ini. Sebelumnya..beberapa hari yang lalu, Jakarta Timur sudah diguyur hujan. Dari rintik hujan yang malu-malu dan kemarin air hujan benar-benar tumpah, disertai angin kencang.

Saat itu, kami sedang dalam perjalanan pulang dari kantor. Dari kantor sebenarnya sudah mendung, cuma yakin saja kalau hujan masih lama turunnya, dan kalaupun turun pasti rintik-rintik seperti hari kemarin. Ndilalah..sampai pangkalan jati hujan turun dengan derasnya didahului angin kencang, daun-daun yang beterbangan dan special efek petir.

Ini pertama kali kami kehujanan musim ini. Tanpa jas hujan, mantel atau ponco, kami meneruskan perjalanan pulang. Banyak pengemudi motor yang menepi, sekedar memakai jas hujannya lalu melanjutkan perjalanan, atau benar-benar meneduh sembari menunggu hujan reda. Tapi kami tetap lanjut, teringat anak-anak yang menunggu di rumah. Asyiknya bermotor dikala hujan, basah-basahan, bisa meluk ayah dari belakang (aih….walaupun sudah lebih dari lima tahun bersama, berboncengan sambil meluk ayah adalah hal yang jarang aku lakukan…poor ayah, apa daya punggung suka pegel kalau bonceng sambil nempel punggung ayah kelamaan).

Menikmati sensasi hujan, teringat semua kenangan masa kecil berhujan-hujan di halaman belakang. Seperti merasakan kebebasan, karena hujan, membawa serta beban . Tak perlu mengeluh karena hujan, sebab hujan adalah rahmat, sebab hujan adalah karunia Illahi. Apalagi setelah sekian lama Jakarta dilanda kekeringan. Hujan semalam adalah penyejuk.

Hujan

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”(QS. 6:99)

 

PS : dan ini juga tulisan pertamaku setelah “libur” beberapa waktu. Happy blogging

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s