Menunggu (bukan puisi)

Menunggu, menjadi bagian keseharianku

menemaniku melalui senja, manyambut petang

ditemani mejulangnya tiang bendera dan kokohnya baliho instansi tercinta kita

tak peduli pegal di punggung yang mendera

Menunggu

Dirimu datang membawaku pulang

menuju rumah cinta kita

menghampiri malaikat-malaikat kecil kita

Menunggu seringkali membuatku bosan, lelah dan kesal

tapi, menunggu tak lagi menyebalkan kala ku sadar

kaulah alasanku duduk di sini

Menunggumu….

dan akhirnya, penantianku pun terbayarkan

melihatmu datang dengan senyum jelekmu, sekalipun ku sambut dengan cemberutku

 

PS : Lain kali, kabari aku kalau kau datang terlambat, biar tak terlalu lama aku menunggu dalam sepi

Image

ds 189a 17.41

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s