Cerita Hanif

Setiap pagi, sebelum berangkat kantor ada ritual antara Hanif dan aku, juga ayahnya. Setelah sayim (salim), cium pipi kanan kiri, cium bibir (iihh….masih ada aroma acem), tutup heyem (helm) baru dadah-dadah. Kalo terlewat salah satu maka “aib”nya akan diketahui  tetangga sebelah. Seperti kemarin, pada waktu akan berangkat, ayah udah nyengklak duluan di motor, jadi ga sempat cipika-cipiki sama hanif. Eh, sorenya pas ayah main ke tetangga sebelah dicetiani , katanya tadi hanif cerita ” tadi, brangkat kantor ayah ga cium aku”, hehehe. Begitu juga sama si mbak, tadi kata Hanif  ” kok yg cium aku ibu aja mbak, kok ayah ga cium” . Ada-ada saja celoteh Hanif.

Saat pulang juga selalu disuguhii atraksi jalan melompat ala Hanif. Pun ketika kita mengucap salam pasti disahuti dengan salam sambil teriak “kum alam”.

Pokoknya sekarang Hanif lagi lucu-lucunya. Udah makin ngegemesin tapi kadang udah bisa bikin jengkel. Yang penting kami semua sayang sama kamu ya Nif…jadi anak sholeh kebanggaan keluarga ya

Hanif ganteng

Hanif ganteng

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s